Abon Lele

Teknologi adalah penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang. Teknologi hasil perikanan adalah aplikasi ilmu dan engineering untuk mengembangkan hasil perikanan dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia, atau paling tidak memperbaiki efisiensi manusia pada beberapa aspek. Garis besarnya Teknologi hasil perikanan itu membahas segala macam bentuk dan hasil perikanan dalam keadaan pasca panen.

Ikan merupakan bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan mudah dicerna. Pola kandungan asam-asam aminonya hampir sama dengan asam amino yang terdapat dalam tubuh manusia. Komoditas perikanan ini dapat diolah menjadi produk lain atau dibuat masakan yang memiliki rasa lebih baik.

Abon lele merupakan salah satu bentuk produk olahan dan awetan ikan. Pembuatan abon biasanya dilandasi adanya produk yang melimpah atau ikan kurang diminati jika dikonsumsi langsung. Pengolahan ikan menjadi abon dapat dilakukan untuk memberi rasa pada produk lain yang tidak memiliki nilai jual. Secara ringkas proses pembuatan abon adalah daging direbus atau dikukus, kemudian disuir, dicampur dengan bumbu dan digoreng sampai matang menjadi bumbu. Siap dikemas dan dipasarkan. Berikut proses pembuatan abon secara lengkap :

a) Bahan-bahan:
- Ikan lele 5 kg
- Gula merah 200g
- Kelapa 7 butir
- Bawang merah 200g
- Bawang putih 100g
- Ketumbar 40g
- Cabai merah 50g
- Minyak goreng secukupnya

b) Peralatan
- Kompor
- Blender
- Alat pengepres
- Timbagan
- Wajan pengorengan
- Panci
- Parutan
- Talenan
- Pisau
- Baskom
- Penumbuk

c) Cara membuat:
1. Penyiapan siuran daging. Daging dipotong-potong kemudian direbus selama 1 jam. Setiap 1 kg daging direbus dengan ½ liter air. Setelah itu, daging disiur-siur dan ditumbuk dengan pelan-pelan sehingga berupa serat-serat halus.
2. Penyimpan bumbu dan santan. Lengkuas dan sereh dipukul-pukul sampai memar. Bawang merah (350 gram), bawang putih dan ketumbar digiling halus, kemudian ditumis. Setelah agak harum, ditambahkan santan kental, lengkuas, asam jawa, gula, daun salam dan sereh. Pemanasan diteruskan sampai mendidih dan volume santan tinggal setengahnya.
3. Pemasakan abon
• Siuran daging dimasukkan sedikit demi sedikit ke dalam santan mendidih. Api dikecilkan sekedar menjaga santan tetap mendidih. Pemanasan yang disertai pengadakan dilakukan sampai bahan setengah kering. Hasil yang diperoleh disebut dengan abon lembab.
• Abon lembab diangkat, kemudian digoreng di dalam minyak panas (suhu 170 C) sampai garing (bila diremas berkemerisik).
4. Penirisan. Abon panas yang baru diangkat dari minyak harus segera ditiriskan. Penirisan dianjurkan dengan menggunakan alat peniris sentrifugal, alat pres ulir, atau alat pres hidrolik. Setelah ditiriskan dengan alat peniris sentrifugal, atau alat pres, abon dipisah-pisah.
5. Pencampuran dengan bawang goreng. Abon yang telah ditiriskan dicampur dengan bawang goreng. Hasil yang diperoleh disebut abon daging.
6. Pengemasan. Abon daging dikemas di dalam kemasan yang tertutup rapat. Kantong plastik merupakan salah satu kemasan yang cukup baik digunakan untuk mengemas abon.

Oleh: Astutik Laela S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*